Byar-pet (istilah yang sering kita pakai untuk urusan mati lampu PLN) mungkin pernah terjadi pada kendaraan kita, pada siang hari mungkin hal ini tidak menjadi masalah, tapi kalau pada malam hari bisa membuat kita panik. Apalagi kalau terjadinya mendadak dan kita sedang berkendara sendiri.
Karena itu disini kita akan jelaskan sedikit tentang kemungkinan-kemungkinan penyebab lampu mati serta penanganan pertama sebelum menyerahkan kebengkel kepercayaan anda, dengan harapan anda tidak panik dan tidak dibohongi oleh orang-orang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan kesempatan.
Disini saya jelaskan khusus untuk lampu yang masih standart dalam arti belum ditambah relay, booster atau apapun yang bertujuan untuk menambah terang lampu.
1. Lampu besar/Head lamp : Pada umumnya untuk lampu ini hampir semua mobil menggunakan Type bohlam H4 (disini saya tidak menjelaskan apa itu H4 karena nanti ada penjelasan tersendiri), kalau kita mengalami mati lampu besar, kita harus cek terlebih dahulu : berapa lampu yang mati (sebelah saja ataukah dua-duanya), kemudian lampu dekat/pendek atau lampu jauh/dim. Kalau yang mati hanya sebelah (kanan saja atau kiri saja) kemungkinan besar hanya bohlamnya saja yang putus (berlaku untuk lampu dekat maupun jauh) atau soket lampunya saja yang kendor. Tapi kalau kedua-duanya yang mati berarti sekering lampunya yang putus,tapi kalau ternyata sekeringnya bagus berarti relay lampunya yang rusak.Sekering serta relay lampu ini biasanya ada dirumah sekering dibawah kemudi (dekat kaki pengemudi), untuk keterangan nya ada ditutup box sekering tersebut. Kita tinggal cabut dan ganti dengan ukuran yang sama.Untuk bohlam ini harga kisaran Rp.35.000,- sampai Rp.50.000,- (tergantung merk) dan untuk sekering Rp.1500,-.
2. Lampu sein/Turn lamp : Untuk lampu ini biasanya menggunakan Type bohlam P21W, dan pada satu mobil minimal ada 4 lampu (2 didepan dan 2 dibelakang). Kalau yang mati hanya 1 lampu berarti bohlamnya yang putus atau soketnya yang kendor, ini juga ditandai dengan interval kedipan yang lebih cepat dari biasanya. Tapi kalau semuanya mati berarti sekeringnya putus,sekering ini adanya dibawah kemudi dan keterangan ada ditutup boxnya. Bohlam lampu ini dijual dipasaran sekitar Rp.10.000,- sampai Rp.15.000,-
3. Lampu rem/Brake lamp : Bohlam yang digunakan adalah type P21/5W, setiap mobil minimal ada 2 lampu ini, dan namanya lampu rem pasti dipasang dibagian belakang mobil. Seperti halnya lampu-lampu yang lain, kalau yang mati 1 lampu kemungkinan besar adalah bohlamnya yang putus, tapi kalau yang mati kedua-duanya (semuanya) kemungkinannya adalah sekering atau switch remnya.Sekering lampu ini adanya juga dibawah kemudi, sedangkan switch rem adanya didekat pedal rem.
Ini sedikit penjelasan tentang lampu, mudah-mudahan bermanfa'at.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar